Seems you have not registered as a member of br2.biz!

You may have to register before you can download all our books and magazines, click the sign up button below to create a free account.

Sign up

Trouser doll
  • Language: en
  • Pages: 84

Trouser doll

  • Type: Book
  • -
  • Published: 2002
  • -
  • Publisher: Unknown

None

Celana
  • Language: id
  • Pages: 108

Celana

Saya membayangkan akan lebih banyak orang Indonesia suka sastra setelah membaca Celana. Mungkin mula-mula tergelitik untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya. Tetapi, siapa tahu, setelah itu orang jadi tergila-gila pada sastra karena imajinasinya dibebaskan, pikirannya diputarbalikkan, dan jiwanya digetarkan. Apalagi setelah berpuluh tahun manusia Indonesia terkungkung oleh birokrasi, basa-basi, dan kekeringan akhlak. —Melani Budianta, 1999

Buku Latihan Tidur
  • Language: id
  • Pages: 68

Buku Latihan Tidur

Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku ke sebuah paragraf yang menguarkan bau tubuhmu. Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk bertingkat yang hangat di mana kau induk kalimat dan aku anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang, anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk ke dalam palung. Ruang penuh raung. Segala kenang tertidur di dalam kening. Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah menjadi kalimat tunggal yang ingin tetap tinggal dan berharap tak ada yang bakal tanggal.

Kekasihku: Kumpulan Puisi Joko Pinurbo
  • Language: id
  • Pages: 61

Kekasihku: Kumpulan Puisi Joko Pinurbo

Hal paling menakjubkan dari karya sastra—khususnya puisi—dan kosmologi, keduanya merupakan pengembaraan hening. Suatu perjalanan menuju jantung kelengangan, mencapai bilik dan ruang yang belum bernama karena kata tak pernah cukup untuk menjamahnya. … dalam senyap Joko Pinurbo … ada kejenakaan. Kejenakaan menyemburkan hangat jiwa dunia anak-anak, yang meredakan kelelahan. Sekejap saja; karena kemudian kejenakaan itu menelan kita dalam gelak kita sendiri (dan itu bukan karena dunia anak-anak pun bisa teramat dingin dan sepi). Karlina Supelli Telepon berkali-kali berdering, kubiarkan saja. Sudah sering aku terima telepon dan bertanya “Siapa ini?”, jawabnya cuma “Ini siapa?” Ada dering telepon, panjang dan keras, dalam rongga dadaku. “Ini siapa, tengah malam telepon? Mengganggu saja.” “Ini Ibu, Nak. Apa kabar?” “Ibu! Ibu di mana?” “Di dalam.” “Di dalam telepon?” “Di dalam sakitmu.” Ah, malam ini tidurku akan nyenyak. Malam ini sakitku akan nyenyak tidurnya.

Baju Bulan
  • Language: id
  • Pages: 96

Baju Bulan

"Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya. (2003) Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela. (2004) Dengan kata lain, kamu tak akan pernah bisa membayar gurumu. (2004) Menggigil adalah menghafal rute menuju ibukota tubuhmu. (2005) Berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kemiskinan kami. (2005) Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri. (2006) Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma. (2010) Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku. (2012) Pada matanya aku melihat kerlap-kerlip cahaya lampu kota kecil seperti bisikan hati yang lembut memanggil. (2012) Buku ini berisi 60 puisi pilihan Joko Pinurbo (Jokpin) yang ditulisnya dalam rentang waktu 1991-2012. Jokpin dikenal dengan cara berpuisinya yang unik. Puisinya tampak sederhana, namun sarat makna; di sana-sini mengandung humor dan ironi yang menyentuh absurditas hidup sehari-hari. Membaca puisi-puisinya adalah memasuki tamasya rohani yang mengasyikkan dan sering mengejutkan."

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (Cover Baru)
  • Language: id
  • Pages: 204

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (Cover Baru)

Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. * Sabda sudah menjadi saya. Saya akan dipecah-pecah menjadi ribuan kata dan suara. * Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri. * Menggigil adalah menghafal rute menuju ibu kota tubuhmu. * Lupa: mata waktu yang tidur sementara. * Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku. * Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma.

Kepada cium
  • Language: id
  • Pages: 42

Kepada cium

None

Haduh Aku Di Follow
  • Language: id
  • Pages: 128

Haduh Aku Di Follow

"Siapa pun yang bingung mencari kata-kata yang jleb disarankan untuk membuka buku ini. Haduh, Aku Di-follow berisi puitwit [puisi-twitter] @jokopinurbo yang mencakup berbagai tema, dapat sewaktu-waktu menjelma kata yang tepat pada saat yang tepat, dapat digunakan sebagai kutipan untuk pengantar pidato, ucapan selamat, bahan renungan, teman melamun, atau untuk sekadar merayu entah siapa. Berita dan cerita datang dan pergi silih berganti. Sebentar gegap, sebentar lenyap. Di tengah rutinitas yang riuh dan gaduh,ungkin sunyi semakin mahal, nalar semakin majal.Puitwit hanya salah satu cara kecil untuk sejenak mengendap, menepi, menghidupkan imajinasi. JP, 2013 Tuhan, aku twit Kau setiap malam, tapi Kaubilang doaku masih terlampau panjang. 17.07 - 13 Jan 12 Yogya terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. 20.58 - 30 Mar 12 Tak mengapa matahariku berbeda dengan mataharimu. Mataharimu terbit dari timur, matahariku terbit dari matamu. 19.43 - 29 Ags 12"

Malam Ini Aku Tidur di Matamu
  • Language: id
  • Pages: 136

Malam Ini Aku Tidur di Matamu

Mata waktu, mata sunyi: memanggil, menelan. Ceruk cinta yang haus warna. Ceruk perempuan. Malam ini aku akan tidur di matamu. * Daun-daun celana berguguran di senja tersayang. Di senja tersayang daun-daun celana berguguran. * Tangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu, meraba demam pada lehermu, dan dengan takzim membuka kancing bajumu. * Aduh sayang, jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan. * Tinggallah air mata yang menetes pelan ke dalam segelas bir yang menempel pada dada yang setengah terbuka, setengah merdeka. * Aku telah menguburkan saudaramu di sebuah rimba. Karena tak kutahu namanya, kutandai saja ia dengan tulisan KORBAN NOMOR 65.

Celana pacarkecilku di bawah kibaran sarung
  • Language: id
  • Pages: 219